723 KM untuk Sebuah Hadits Palsu

Posted on: March 6, 2018, by :

Al Khatib Al Baghdadi dalam kitabnya Rihlah fi Tholabil Hadits mengisahkan perjalanan panjang menuntut ilmu, mencari kebenaran. Menyusuri kota-kota yg berjauhan demi memastikan apakah benar itu sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Hadits palsu tentang keutamaan Al Quran surat per surat, pernah diperdengarkan di hadapan Al Muammil bin Ismail (w: 205 H). Dia pun berkata: Aku diberi kabar oleh seseorang yg tsiqoh dan dia menyebutkan namanya.

Dia berkata: Aku pergi ke Madain bertemu dgn orang yg meriwayatkan hadits tersebut. Dan aku berkata: Sampaikan hadits itu kepadaku, karena aku ingin pergi ke Bashroh.

Orang itu berkata: Orang yg menyampaikan hadits ini ada di Wasith.
Al Muammil berkata: Aku pun pergi ke Wasith dan berjumpa dgn seorang syekh. Aku berkata kpd nya: Aku dari Madain ditunjukkan kepadamu oleh seorang syekh. Aku hendak pergi ke Bashroh.
Orang itu menjawab: Orang yg menyampaikannya kepadaku ada di Kala’

Maka aku pun pergi ke Bashroh dan pergi ke Kala’ menemui syekh yg dimaksud. Aku berkata kpd nya: Sampaikan hadits ini kepadaku. Aku hendak pergi ke Abadan.
Orang itu berkata: Syekh yg menyampaikan hadits ini kepada kami ada di Abadan.

Aku pergi ke Abadan menemui syekh itu, aku berkata kepadanya: Takutlah kepada Allah, bagaimana sebenarnya keadaan hadits ini. Aku dari Madain -aku pun menceritakan kisahku kepadanya-, kemudian ke Wasith, kemudian ke Bashroh, kemudian ditunjukkan kepadamu. Tadinya aku menduga para perawi sdh meninggal semua. Sampaikan kepadaku bagaimana kisah hadits ini.

Orang itu berkata: Kami berkumpul di sini dan kami lihat masyarakat tdk menyukai Al Quran dan sedikit sekali mempelajarinya. Mereka lebih banyak belajar hadits-hadits, maka kami pun duduk mengarang hadits tentang keutamaan surat surat Al Quran hingga mereka kembali mencintai Al Quran.

Inilah perkiraan jarak dgn kilometer,
Madain, Irak – Wasith, Irak: 168 KM
Wasith, Irak – Bashroh, Irak: 492 KM
Bashroh, Irak – Abadan Iran: 63 KM

Total perjalanan yg ditempuh utk mengecek kebenaran ilmu sekitar:
723 KM.
Dgn alat transportasi jarak jauh yg paling hebat adalah unta.
Utk satu hadits yg ternyata palsu, hanya buatan orang biasa.
Begitulah dahulu para ahli ilmu menuntut ilmu, hingga jernih sampai ke kita.

Hari ini, walau tetap tidak terwakili sempurna, teknologi menjadi alat kemudahan yg Allah bukakan utk zaman ini. Jarak jauh bisa diringkas.

Biro Umroh Semarang |
Umroh Semarang |
Umroh Murah Semarang |
Biro Umroh Kendal |
Biro Umroh Kabupaten Semarang |
Biro Umroh Kudus |
Biro Umroh Demak |
Biro Umroh Jepara |
Biro Umroh Rembang |
Biro Umroh Pati |
Biro Umroh Lasem |
Biro Umroh Solo |
Biro Umroh Yogyakarta |
Biro Umroh Boyolali |
Biro Umroh Sragen |
Biro Umroh Pekalongan |
Biro Umroh Batang |
Biro Umroh Tegal |
Biro Umroh Wonosobo |

1 thought on “723 KM untuk Sebuah Hadits Palsu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *